Resep Obat Tradisional Dari Sirsak

Setelah kemarin sempat membuat posting tentang Khasiat Sirsak, maka sesuai janji saya pada postingan kali ini saya akan berbagi resep obat tradisional dari tanaman sirsak. Sirsak, selain dari buahnya, ternyata hampir semua bagian dari tanaman ini dapat dimanfaatkan untuk mengobati berbagai macam penyakit. Dari penyakit ringan hingga penyakit yang berat sekalipun, bisa disembuhkan dengan tanaman sirsak. Jauh sebelum orang-orang mengenal manfaat dari tanaman sirsak seperti sekarang ini, masyarakat suku Indian di Amerika telah mampu mengolah tanaman sirsak termasuk buah, biji, daun, kulit pohon, batang, dan akarnya sebagai obat untuk menyembuhkan beberapa penyakit. Sedangkan di Indonesia sendiri hanya ada beberapa daerah yang memang sejak dari dulu memanfaatkan sirsak sebagai obat alami, seperti masyarakat di daerah Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Aceh. Namun pada masa sekarang ini, hampir rata-rata orang tahu tentang khasiat sirsak dan mereka pun tidak segan-segan lagi untuk memanfaatkan tanaman ini.

Untuk mempersingkat waktu, berikut ini adalah resep obat tradisional/alami dari tanaman Sirsak:

A. Daun Sirsak Untuk Mengatasi Sakit Pinggang
20 lembar daun sirsak dicuci bersih lalu direbus dengan 5 gelas air hingga mendidih. Hentikan proses perebusan ketika airnya tersisa kira-kira 3 gelas. Setelah dingin barulah diminum 1 kali sehari dengan takaran ¾ gelas sekali minum.

B. Buah Sirsak Untuk Mengatasi Penyakit Ambeien/wasir
Peraslah buah sirsak yang sudah matang untuk diambil airnya sebanyak 1 gelas penuh. Kemudian air perasan tersebut diminum 2 kali sehari pada waktu pagi dan sore.

C. Buah Sirsak Untuk Mengatasi Rasa Sakit Ketika Buang Air Kecil
Siapkan 1 buah sirsak setengah matang, lalu kulitnya di kupas sampai bersih. Rebuslah buah sirsak tersebut menggunakan 2 gelas air dan ditambah gula pasir secukupnya sampai mendidih. Setelah dingin kemudian ramuan tersebut disaring untuk diambil airnya dan segera diminum.

D. Buah Sirsak Untuk Mengatasi Mencret Pada Bayi
Buah sirsak yang sudah matang diperas dan disaring untuk diambil airnya, kemudian diminumkan pada bayi yang sedang mengalami mencret sebanyak 2 sampai 3 sendok makan sekali minum.

E. Daun Sirsak Untuk Mengatasi Penyakit Bisul
Ambil beberapa lembar pucuk daun sirsak secukupnya, lalu ditumbuk halus dan dicampur dengan ½ sendok air, diaduk sampai benar-benar merata. Langkah selanjutnya adalah menempelkan ramuan ini pada bagian bisul.

F. Daun Sirsak Untuk Mengatasi Penyakit Kanker
Ambil dan cuci bersih 10 lembar daun sirsak yang sudah tua, lalu direbus dengan 3 gelas air hingga mendidih. Hentikan proses perebusan ketika airnya tersisa kira-kira 1 gelas. Setelah dingin minumlah ramuan ini 2 sampai 3 kali sehari.

Resep obat alami di atas dapat digunakan sebagai ikhtiar kita dalam mengobati beberapa penyakit, semoga cocok dan dapat sembuh dengan segera, Aamiin. Nantikan informasi menarik tentang dunia kesehatan pada posting-posting berikutnya, semoga bermanfaat dan terima kasih.

Oleh: Aplikasi Kesehatan
► Baca selengkapnya

Khasiat Sirsak

Sirsak atau dalam bahasa Latinnya disebut Annona muricata adalah tumbuhan yang termasuk dalam keluarga Annonaceae, merupakan jenis tumbuhan yang memiliki batang utama berukuran kecil dan tidak terlalu tinggi. Di Indonesia sirsak dapat tumbuh dimana saja, namun untuk mendapatkan hasil buah yang baik, tanah tempat penanamannya harus mengandung cukup air dan daerahnya berada pada ketinggian kurang dari 1000 meter di atas permukaan laut. Banyak orang menyukai buah ini, perpaduan rasa yang sempurna antara asam bercampur manis memang merupakan citra rasa tersendiri dari buah sirsak, apalagi jika dinikmati pada siang hari yang panas, sungguh menggugah selera. Namun di balik rasanya yang spektakuler, ternyata sirsak memiliki banyak manfaat terutama bagi kesehatan.

Kandungan Dalam Buah, Batang, dan Daun Sirsak

Berbicara mengenai manfaat buah sirsak ada baiknya kita tahu dulu komposisi yang terkandung dalam buah ini. Dalam setiap 100 gram buah sirsak mengandung komposisi sebagai berikut, yaitu:
  1. Kalori – 65 kalori
  2. Protein – 1 gram
  3. Lemak – 0,3 gram
  4. Hidrat arang – 16,3 gram
  5. Kalsium – 14 milligram
  6. Fosfor – 27 milligram
  7. Zat besi – 0,6 milligram
  8. Vitamin A – 10 SI
  9. Vitamin B – 0,07 milligram
  10. Vitamin C – 20 milligram
  11. Zat air – 81,7 %
Selain buahnya, pada bagian batang dan daun sirsak juga terdapat bermacam-macam kandungan lainnya, seperti: unsur senyawa tannin, ca-oksalat, alakaloid murisine, dan fitosterol.

Khasiat/Manfaat Sirsak

Nama sirsak sebetulnya diambil dari bahasa Belanda, yaitu Zuurzak yang artinya kantung yang asam. Buah yang satu ini, selain rasanya yang segar juga memiliki khasiat bagi kesehatan termasuk juga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi/menyembuhkan berbagai macam penyakit. Adapun beberapa khasiat dari sirsak adalah sebagai berikut:
  1. Menambah energi/tenaga
  2. Melancarkan pencernaan
  3. Mengurangi rasa sakit akibat sembelit
  4. Meningkatkan antioksidan di dalam tubuh
  5. Meningkatkan kekebalan tubuh
  6. Mempercepat penyembuhan luka dan mencegah timbulnya infeksi bakteri
  7. Mencegah osteoporosis
  8. Menjaga kelembaban kulit
  9. Melancarkan sirkulasi darah
  10. Mencegah dan memulihkan berbagai macam gangguan syaraf
  11. Memelihara otot-otot jantung
  12. Membantu mengatasi penyakit ginjal, kanker, infeksi saluran kemih, wasir, sakit pinggang, bisul, dan lain-lain.
Mungkin sampai disini dulu sedikit informasi mengenai khasiat sirsak, sebetulnya ada banyak hal mengenai sirsak yang ingin saya sampaikan, termasuk beberapa resep obat tradisional dari buah dan daun sirsak. Namun berhubung ada sesuatu dan lain hal, terpaksa saya tunda dulu dan Insya Allah akan saya sampaikan informasi tersebut pada artikel berikutnya. Sampai jumpa lagi…

Oleh: Aplikasi Kesehatan
► Baca selengkapnya

Pengobatan Alternatif: Bekam

Dewasa ini berbagai jenis pengobatan alternatif kian hits di Indonesia. Mengapa bisa demikian? Karena selain menghindari banyak resiko, pengobatan alternatif seringkali terbukti sangat manjur, dan biasanya biaya yang dikeluarkan pun relatif lebih murah. Ada banyak metode yang digunakan dalam pengobatan alternatif dan salah satu metode yang sedang trend saat ini adalah Bekam. Bekam/hijamah/cupping/kop/blood letting/cantuk atau apapun istilah lainnya, telah ada sejak ribuan tahun yang lalu dan merupakan metode pengobatan yang sering digunakan oleh Nabi. Tehnik pengobatan ini bekerja dengan cara mengeluarkan darah kotor di dalam tubuh melalui permukaan kulit. Dengan dikeluarkannya darah kotor, maka tubuh secara otomatis akan menggantinya dengan darah baru yang lebih fresh, jadi tubuh akan lebih segar dan sehat tentunya.

Manfaat Bekam

Mengenai manfaat bekam, selain mencegah juga dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Kabar baiknya, menurut Rasulullah Muhammad SAW ada 72 penyakit yang dapat disembuhkan dengan melakukan bekam, diantaranya: penyakit jantung, darah tinggi, impotensi, wasir/ ambeien, vertigo, migrain, stroke, diabetes/kencing manis, pengapuran, liver, gagal ginjal, asma, sakit gigi, masuk angin, kolesterol tinggi, sembelit, nyeri lambung/maag, nyeri tulang belakang, ayan/epilepsi, sinusitis, encok & reumatik, biduran, kemandulan, haid tidak lancar, masalah mata, paru-paru, penyumbatan pembuluh darah, dan masih banyak lagi.

Proses Pembekaman
  1. Diawali dengan melakukan mengekopan (penghisapan) pada beberapa bagian (titik) tubuh tertentu menggunakan tabung/gelas bekam, hal ini bertujuan untuk membuat tekanan negatif di dalam tabung, sehingga terjadi bendungan lokal pada permukaan kulit. Proses pengekopan ini biasanya berlangsung selama +/- 5 menit (antara 3 sampai 9 menit) sehingga akan terjadi pembiusan (Anestesi) lokal. Sekedar catatan, bahwa dalam melakukan proses ini sangat dianjurkan mendahulukan bagian tubuh sebelah kanan dan dilarang melakukan pengekopan lebih dari empat titik bekam sekaligus.
  2. Melepas tabung/gelas bekam dari permukaan kulit, kemudian pada bekas pengekopan tersebut dilakukan penyayatan menggunakan pisau bekam atau tusukan dengan jarum bekam (lancet). Khusus yang menggunakan sayatan, biasanya jumlah sayatan dalam 1 titik bekam adalah antara 5 sampai 15 sayatan tergantung dari diameter tabung/gelas bekam yang digunakan. Mengenai kedalaman sayatan adalah antara 0,3 sampai 0,5 cm dan dilakukan secara sejajar sesuai dengan garis-garis tubuh. Tanda sayatan yang baik adalah setelah disayat permukaan kulit tidak langsung mengeluarkan darah dan darah baru akan keluar pada waktu proses pengekopan selanjutnya.
  3. Melakukan pengekopan ulang pada titik-titik bekas sayatan/tusukan selama +/- 5 menit. Dalam proses ini darah kotor akan keluar dengan sendirinya. Biasanya darah yang keluar berwarna merah kehitam-hitaman, berbuih, dan kental. Setelah +/- 5 menit tabung/gelas bekam dilepas lalu dibersihkan dari noda darah dan bila diperlukan bisa dilakukan pengekopan ulang (maksimal 7 kali pengekopan) tapi dengan catatan tidak melakukan sayatan/tusukan lagi.
  4. Proses terakhir adalah membersihkan luka bekas bekam setelah itu mengolesinya dengan minyak habbatussauda. Perlu diingat bahwa luka bekas bekam tidak boleh disiram air sebelum 3 jam dan sekedar untuk diketahui, bahwa umumnya bekas bekam akan hilang antara 2 sampai 5 hari setelah proses pembekaman.
Begitu luar biasanya manfaat dari bekam ini, tapi tidak semua orang boleh melakukan bekam, siapakah mereka? Mereka adalah:
  1. Orang tua yang kondisi fisiknya sangat lemah
  2. Anak kecil di bawah usia 9 tahun
  3. Orang yang tekanan darahnya sangat rendah, yaitu di bawah 90/70 mmHG
  4. Wanita hamil
  5. Wanita haid
  6. Pengidap diabetes yang telah memiliki gangrene (luka luar akibat diabetes)
  7. Orang yang sedang mengalami demam tinggi
Cukup sekian dari saya, semoga secuil informasi ini bermanfaat dan sebagai informasi tambahan, sebaiknya jarak melakukan bekam minimal 1 bulan sekali dan demi menjaga diri dari penyakit menular ada bagusnya anda memiliki alat bekam khusus pribadi. Terima kasih…

Oleh: Aplikasi Kesehatan
► Baca selengkapnya

Manfaat Daun Salam Untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Setelah kemarin sempat memposting artikel tentang “Obat Tradisional: Cara Menurunkan Kadar Kolesterol,” maka pada posting kali ini saya akan membahas tentang manfaat lain dari daun salam atau Syzygium polyanthum. Selain untuk bumbu dapur, daun salam ternyata bisa dijadikan obat dan berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Menurunkan kadar kolesterol, diabetes, menurunkan tekanan darah tinggi, diare, maag, mabuk alkohol, bahkan kudis/gatal-gatal sekalipun bisa disembuhkan dengan daun salam. Pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan satu lagi resep obat tradisional dari daun salam ini, yaitu sebagai obat alami untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

Darah tinggi atau hipertensi adalah suatu kondisi dimana terjadi peningkatan tekanan darah diatas normal pada diri seseorang. Adapun nilai normal untuk tekanan darah seseorang pada umumnya adalah 120/80 mmHG, tetapi hal ini juga tergantung dari beberapa faktor, diantaranya: kondisi kesehatan, aktifitas fisik, serta tinggi dan berat badan orang tersebut. Bagi penderita hipertensi harus benar-benar waspada, karena kondisi tekanan darah yang naik ini bisa terjadi kapan saja. Yang harus diingat dan dijaga adalah fikiran dan pola makan. Usahakan jangan terlalu tegang dalam berfikir, anda bisa istirahat sebentar untuk merilekskan badan dan fikiran. Untuk pola makan sebaiknya hindari makanan yang beresiko meningkatkan tekanan darah, seperti: daging kambing, jeroan, durian, makanan yang terlalu asin, dan lain-lain. Faktor keletihan dan kurang tidurpun kadang-kadang dapat memacu naiknya tensi darah tersebut, jadi usahakan selalu mengimbangi antara aktifitas fisik dan waktu istirahat.

Untuk lebih mempersingkat waktu, berikut ini adalah resep obat alami tentang cara menurunkan tekanan darah tinggi dengan memanfaatkan daun salam.
  1. Siapkan 7 sampai 10 lembar daun salam kemudian dicuci bersih.
  2. Rebus daun salam dengan air sebanyak 3 gelas.
  3. Tunggu sampai airnya tersisa kira-kira 1 gelas, barulah proses perebusan dihentikan.
  4. Setelah airnya dingin, baru kemudian disaring.
  5. Minumlah air saringan tersebut 2 kali sehari (pagi dan petang), masing-masing setengah gelas.
Demikianlah tadi satu buah resep obat tradisional yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi banyak orang. Oya! Jika diantara anda, keluarga, atau kerabat mengalami kenaikan tekanan darah, berikut ini ada sedikit tips yang mungkin dapat anda jadikan acuan, antara lain:
  1. Tinggalkan segala aktifitas yang ada dan segera istirahat dengan merebahkan diri diatas tempat tidur.
  2. Jangan melakukan pijatan atau kerikan pada tubuh anda, karena hal ini justru dapat mengakibatkan pembuluh darah pecah. Memang pada umumnya ketika seseorang mengalami kenaikan tekanan darah akan merasakan pegal-pegal atau rasa sakit di sekitar leher dan pundak, tapi sebaiknya didiamkan saja.
  3. Segera minum obat yang berfungsi untuk menurunkan tekanan darah. Dalam hal ini anda bisa minum obat dari dokter atau minum ramuan daun salam diatas, tapi jika hal itu tidak memungkinkan, sebagai pertolongan pertama anda dapat mengkonsumsi 1 butir kecil bawang putih.
  4. Jangan melakukan aktifitas-aktifitas beresiko, sebab jika sampai anda terjatuh bisa fatal akibatnya, karena kemungkinan besar penyakit stroke dapat langsung menyerang diri anda.
  5. Jika tekanan darah tak juga turun, langkah terbaik adalah segera meminta bantuan orang lain untuk memanggil/mengantarkan anda pergi ke dokter guna mendapatkan pertolongan lebih lanjut.
Demikianlah, jika ada hal-hal yang ingin disampaikan, baik itu berupa pertanyaan, saran, kritik, atau hal-hal lain yang masih berkaitan dengan topik kita kali ini (darah tinggi/hipertensi), silahkan anda berkomentar pada kotak komentar yang telah saya sediakan di bawah artikel ini. Akhir kata, “Terima kasih”

Oleh: Aplikasi Kesehatan
► Baca selengkapnya

Obat Tradisional: Cara Menurunkan Kadar Kolesterol

Apa yang ada di benak Anda ketika mendengar kata “Kolesterol”? banyak orang akan mengatakan bahwa kolesterol adalah penyebab berbagai macam penyakit berat dan diidentikkan bagi mereka yang bertubuh gemuk. Sebetulnya belum bisa dipastikan bahwa mereka yang bertubuh gemuk akan lebih tinggi kadar kolesterolnya dibandingkan dengan mereka yang bertubuh kurus, tapi memang ada kecenderungan bahwa tubuh yang gemuk riskan terhadap kelebihan kolesterol dan bagi anda yang bertubuh kurus harus tetap hati-hati karena kelebihan kolesterol bisa menyerang siapa saja. Sebetulnya apa yang dimaksud dengan Kolesterol itu? Kolesterol adalah salah satu zat yang terdapat pada komponen lemak yang memiliki peran penting dalam proses metabolisme tubuh. Kita tahu bahwa lemak merupakan zat gizi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia selain karbohidrat, mineral, protein, dan vitamin. Jadi jangan pernah mengkonotasikan kolesterol sebagai suatu hal yang buruk karena kolesterol adalah salah satu komponen dalam lemak yang penting bagi tubuh.

Karena sifat kolesterol yang tidak bisa terlalu larut dalam darah, maka diperlukan lipoprotein untuk mengikat dan mengangkut lemak (termasuk kolesterol) seperti trigliserida dan lipid, sehingga mampu beredar dalam pembuluh darah. Di dalam lipoprotein itu sendiri terdapat berbagai macam zat, namun ada 2 zat yang dapat kita garis bawahi yaitu LDL (Low Density Lipoprotein) dan HDL (High Density Lipoprotein).

Di dalam LDL kepadatan protein tergolong rendah, maka akan mudah sekali menempel pada dinding pembuluh darah dan jika hal itu terjadi secara terus menerus dapat menimbulkan plak (timbunan lemak) yang mengakibatkan penyumbatan. Penyumbatan-penyumbatan dalam pembuluh darah semacam inilah yang mengakibatkan seseorang terkena serangan jantung, stroke, dan berbagai penyakit lainnya. Oleh karena itu LDL sering juga disebut-sebut dengan istilah Kolesterol Jahat. Berbeda dengan HDL yang sering disebut sebagai Kolesterol Baik, dalam istilah awamnya HDL berfungsi sebagai pelarut LDL.

Sekitar 80% kolesterol diproduksi oleh organ hati dan 20% sisanya bisa didapat dari berbagai makanan dan minuman seperti, daging, ikan, dan susu. Namun pada praktiknya kita sering tidak kontrol dalam mengkonsumsi makanan atau minuman tersebut, sehingga mengakibatkan kadar kolesterol meningkat. Lantas bagaimana cara menurunkan kadar kolesterol tersebut? Mungkin untuk mengatasinya anda dapat mencoba resep obat tradisional berikut ini.
  1. Ambil 10 – 15 lembar daun salam kemudian dicuci bersih.
  2. Tuangkan 3 gelas air bersih kedalam panci.
  3. Masukkan daun salam kedalam panci tersebut dan rebuslah hingga airnya tersisa kira-kira 1 gelas.
  4. Setelah dingin lalu disaring dan air saringannya tersebut diminum sekaligus pada waktu malam hari.
  5. Lakukan setiap malam sampai kadar kolesterol Anda normal yaitu antara 160 sampai 200 mg.
Itulah tadi sedikit informasi tentang kolesterol dan resep obat tradisional untuk menurunkan kadar kolesterol. Semoga apa yang saya sampaikan pada kesempatan kali ini bermanfaat. Namun sebelum saya mengakhiri tulisan ini ada sedikit tips buat anda untuk menjaga kestabilan kadar kolesterol, yaitu :
  1. Batasi mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak hewani, seperti: daging (terutama jeroan), telur, kerang, udang, atau kepiting.
  2. Batasi mengkonsumsi makanan yang terbuat dari susu, seperti: keju dan mentega.
  3. Hindari makanan sampah yang sering disebut juga dengan istilah junkfood.
  4. Lakukan diet terutama bagi mereka yang bertubuh gemuk.
  5. Mengkonsumsi makanan berserat tinggi, seperti: kacang-kacangan, gandum, sayur mayur, dan buah-buahan.
  6. Sedapat mungkin hindari rokok dan alkohol karena keduanya akan mempermudah kolesterol menumpuk dalam pembuluh darah.
  7. Lakukan olahraga secara teratur untuk menjaga kesehatan dan berat badan ideal.
Terima kasih…

Oleh: Aplikasi Kesehatan
► Baca selengkapnya

Tanda dan Gejala Diabetes Melitus

Penyakit diabetes melitus atau sering disebut penyakit gula/kencing manis adalah suatu keadaan dimana terjadi kenaikan kadar glukosa dalam darah (hyperglikemia) yang kronis akibat kekurangan insulin, sehingga mengganggu sistem hormonal dan menimbulkan kelainan metabolik. Seperti yang kita tahu bahwa insulin diproduksi dalam organ pankreas dan berfungsi sebagai pengatur metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang juga berpengaruh pada jaringan tubuh lainnya. Jika terjadi kekurangan insulin maka penyerapan glukosa dalam sirkulasi darah ikut berkurang dan tubuh secara otomatis akan mulai menggunakan lemak sebagai sumber energi. Jika hal ini terjadi, maka kadar gula (glukosa) akan cenderung meningkat dan menyebabkan timbulnya penyakit diabetes melitus.

Sesuai judul diatas, berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala diabetes melitus.
  1. Sering buang air kecil (poliuria)
  2. Sering merasakan haus (polidipsia)
  3. Sering merasa lapar (polifagia)
  4. Sering kesemutan
  5. Impotensi pada pria dan pruritus vulva (rasa gatal di sekitar area miss V) pada wanita
  6. Berat badan cenderung turun
  7. Mengalami gatal-gatal
  8. Gangguan pada mata (kabur/katarak)
  9. Rentan terhadap infeksi, dan lain-lain
    Jika penyakit diabetes melitus ini tidak segera ditangani dengan serius, maka akan mengakibatkan berbagai komplikasi yang kronis, seperti:
    1. Gagal ginjal
    2. Kebutaan
    3. Disfungsi sistem saraf
    4. Gangguan kardiovaskular
    5. Sangat rentan dengan infeksi
    6. Dehidrasi, dan lain-lain
      Agar terhindar dari penyakit diabetes militus ini, anda dapat melakukan beberapa tindakan pencegahan dengan cara:
      1. Memperbanyak aktivitas fisik terutama olahraga secara teratur dibawah sinar matahari pagi
      2. Menjaga berat badan ideal
      3. Mengurangi makanan/minuman yang mengandung lemak hewani tinggi
      4. Mengurangi konsumsi gula
      5. Memperbanyak konsumsi makanan berserat tinggi
      6. Berhenti merokok
      7. Minumlah susu rendah lemak terutama bagi mereka yang berbadan gemuk
      8. Mengkonsumsi makanan jenis kacang-kacangan dan biji-bijian
      9. Menghindari makanan cepat saji
      10. Mengkonsumsi Omega3 dari makanan maupun suplemen
      11. Melakukan test darah setiap 3 bulan sekali untuk mengetahui salah satunya adalah kadar gula dalam darah
        Demikianlah sekilas info tentang "Tanda dan Gejala Diabetes Melitus," semoga bermanfaat dan terima kasih :)

        Oleh: Aplikasi Kesehatan
        ► Baca selengkapnya

        Kanker dan Penyebabnya

        Dewasa ini penyakit kanker telah menjadi momok mematikan bagi sebagian besar penduduk dunia, tak terkecuali di negara kita tercinta, Indonesia. Setiap orang bisa saja terkena penyakit ini, terlebih lagi bagi mereka yang menerapkan gaya hidup atau tinggal di lingkungan yang tidak sehat. Sebetulnya apa sih kanker itu? Kanker adalah sebuah penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak terkendali (abnormal) dan dapat menyerang jaringan biologis disekitarnya, serta mampu menjalar melalui sirkulasi darah atau sistem limfatik ke jaringan tubuh yang lainnya.

        Biasanya penyakit kanker tergolong penyakit mematikan jika tidak segera ditangani lebih awal secara serius. Oleh karena itu melakukan pemeriksaan kesehatan diri secara berkala setiap +/- 3 bulan sekali merupakan sebuah langkah antisipasi, salah satunya dalam mewaspadai gejala penyakit ini. Dengan mengetahui gejala kanker sejak dini dan segera mendapatkan penanganan secara medis, maka kemungkinan besar penyakit kanker ini dapat disembuhkan.

        Penyebab Kanker

        Ada banyak macam penyebab kanker, namun sebagian besar dikarenakan oleh faktor lingkungan yaitu 90-95%, dan selebihnya antara 5 sampai 10% karena faktor genetik. Penyebab kanker karena faktor lingkungan meliputi:

        1. Obesitas dan diet (30-35%)
        Oleh karena itu menjaga berat badan ideal sangat penting demi menghindari penyakit kanker.

        2. Tembakau (25-30%)
        Merokok sangat berbahaya karena di dalam asap rokok terdapat lebih dari 50 jenis karsinogen yang dipercaya dapat memicu timbulnya kanker. Oleh karena itu hindarilah rokok (aktif/pasif) demi menyelamatkan kehidupan anda dan orang lain.

        3. Infeksi (15-20%)
        Ada sekitar 20% (dari seluruh dunia) penyakit kanker disebabkan oleh infeksi dari berbagai macam virus.

        4. Penyebab lain seperti radiasi, stress, polutan lingkungan, kurangnya aktifitas fisik, seks bebas, alkohol, dan lain sebagainya (5-10%)

        Menerapkan pola hidup sehat dapat menghidarkan kita dari serangan penyakit kanker, terlebih lagi lingkungan tempat tinggal yang sehat juga sangat menentukan. Semoga dengan usaha kita dalam mewujudkan prilaku hidup sehat tersebut, tidak ada lagi timbul kekhawatiran akan serangan penyakit yang mematikan ini. Akhir kata, “Jagalah kesehatan diri dan keluarga, karena kesehatan adalah harta yang tak ternilai.”

        Oleh: Aplikasi Kesehatan
        ► Baca selengkapnya